Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Indonesia adalah surga kecil yang ada di dunia. Betapa tidak, di negeri yang memiliki kurang lebih 17.000 pulau ini tersebar keindahan yang tidak ada habisnya. Baik keindahan alamnya, kekayaan seni budaya, berbagai jenis kuliner, dan tidak hanya itu. Di Indonesia juga memiliki banyak desa serta adat yang masih terjaga keaslian dan kearifan lokalnya. Wisata ke desa adat akan memberikanmu pengalaman yang luar biasa dan langka, kamu akan dibuat takjub dengan kekayaan budaya, dan keunikan suku bangsa di Indonesia. Berkunjung ke sana tidak hanya menyegarkan pikiran, kamu bisa belajar banyak dari nilai-nilai tradisional yang masih dipertahankan masyarakat setempat.

Berikut Desa Adat Di Indonesia yang perlu Anda sambangi untuk lebih mengenal kehidupan mereka dari dekat.

  1. DESA SADE LOMBOK

Sade merupakan salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Bisa dibilang Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Hal tersebut dapat terlihat dari bangunan yang masih tradisional. Yang meiliki atap terbuat dari ijuk, kuda-kuda atap menggunakan bambu tanpa paku, serta temboknya pun terbuat dari anyaman bambu. Tidak hanya itu mereka masih beralaskan tanah.

Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air.

Desa Sade Lombok

  1. DESA ADAT TORAJA SILLANAN

Silanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batu yang berkaitan dengan tradisi, dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan.

Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah, dengan kehidupan-kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia.

Adat Toraja Sillanan

  1. DESA ADAT WAI REBO, NTT

Wae Rebo adalah sebuah desa unik yang tersembunyi di pegunungan Pocoroko, Nusa Tenggara Timur. Di desa ini terdapat 7 buah rumah utama berbentuk kerucut, dengan ketinggian 12-15 meter yang disebut dengan Mbaru Niang. Masing-masing rumah ini ditinggali 6 sampai 8 keluarga selama 19 generasi.

Desa Wae Rebo terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Berada di dataran yang cukup tinggi, kawasan ini sering diselimuti kabut tipis sehingga pantas rasanya disebut sebagai kampung di atas awan. Memang akan butuh perjuangan untuk bisa mencapai desa ini, tapi sesampainya di Wae Rebo, kamu akan dibuat takjub dengan pemandangan indah pegunungan hijau yang berpadu dengan birunya langit, serta rumah-rumah kerucut Mbaru Niang.

Adat Wai Rebo

  1. KAMPUNG BENA

Jika berkunjung ke Pulau Flores, jangan lupa untuk mampir ke Kampung Bena. Karena di sini, kamu akan menemukan desa dengan suasana mengagumkan seperti berada di masa lalu. Bagaimana tidak, kehidupan kampungnya masih bertahan seperti pada zaman batu 1.200 tahun lalu dan nggak banyak berubah.

Di kampung ini, kamu akan menemukan sisa jejak budaya megalitikum yang mengagumkan. Selain itu, kamu juga akan mendapati senyum ramah masyarakat kampung Bena, yang masih akrab dengan kegiatan mengunyah sirih pinang. Kehidupannya yang masih alami dengan tradisi kuno yang masih terlihat jelas inilah yang membuat kampung ini begitu dikagumi.

Kampung Bena

Leave a Reply

Translate »